Di artikel ini kita akan membahas biografi Naja Hafiz Indonesia 2019.

Muhammad Naja Hudia Afifurohman, merupakan anak dari pasangan Agusfian Hidayatullah dan Dahlia Andayani warga kelurahan Gomong, kecamatan Selaparang, Mataram, Nusa Tenggara Barat yang kerap mejadi pembincangan hangat sebulan terakhir ini karena penyakit yang dideritanya anaknya tidak mengalangi untuk menjadi seorang hafidz Qur’an muda.

Anak laki-laki 9 tahun yang akrab disapa Naja itu memberikan inspirasi dan motivasi,  terlebih pada gelar hafidz cilik yang ada dibalik kondisi dan penyakit yang dialaminya sejak bayi. Penyakit lumpuh otak (cerebral palsy) kategori sedang yang dialaminya memberikan dampak kehilangan motorik, yang menjadikan Naja sulit untuk berjalan, menggerakan badan dan bahkan menyulitkannya untuk menelan makanan.

Kelahiran Naja yang berbeda dengan bayi pada umumnya membawa kekhawatiran pada kedua orangtuanya. Bukan hanya kelahirannya yang prematur, namun ternyata pernyataan dokter yang mengatakan Naja menyandang cerebral palsy sejak ia terlahir kedunia. Hal itu menjadikan tumbuh kembangnya berbeda dengan bayi yang lain.

Hidup Naja penuh dengan keajaiban. Dari usia Naja yang beru menginjak 3 hari dengan keadaan tekanan jantung tidak normal, Agusfian mengajak istrinya Dahlia untuk memberikan asi kepada Naja, dan hal menakjubkan terihat begitu jelas. Kuasa Allah memberikan kesehatan pada Naja melalui ASI yang diberikan bundanya membuat kondisi Naja berangsur membaik. Dan bahkan detak jantung Naja normal sekika.

Meskipun Naja hanya mampu terlentang  selama 6 bulan pasca kelahirannya, dan diusia 3,5 tahun Naja baru bisa bangun dari tempat tidur dan duduk. Kuasa Allah,  Allah SWT  bersama orang-orang yang sabar. Naja mampu hafal 3 juz ( juz 30, 29, 28) saat ia masih duduk di bangku TK.  Dan dengan penyakit cerebral pasly yang Naja alami tidak menutup kuasa Allah untuk menjadikan Naja sebagai ahlul Qur’an. Dalam waktu 10 bulan Naja  mampu mengfalkan lembaran demi lembaran, huruf per huruf ayat per ayat Al-Qur’an dengan baik.

Baca juga : Profil Juri Hafiz Indonesia 2019

Dengan penyakit yang dialaminya tidaklah mematahkan semangat dalam menjalani hidup. Ikhtiyar yang dilakukan kedua orangtuanya dengan selalu memberikan dan melakukan yang terbaik dalam usaha untuk menjadikan Naja seperti anak-anak yang lain. “saya yakin Allah akan memberikan jalan ketika kita berserah diri dan berusaha yang terbaik untuk anak yang dititipkan kekita” ujar Dahlia.

biografi naja hafiz indonesia 2019

Kesabaran dan ketakwaan kedua orangtua Naja berlanjut diuji ketika didapatinya kesulitan mendapatkan sekolah. Telah banyak sekolah yang Dahlia dan Agusfian datangi, namun dari mereka menolak Naja untuk menjadi siswa disekolahnya dengan alasan takut mengganggu pembelajaran siwa-siswa yang lain.

Bukanlah alasan untuk berkecil hati. Naja yang sudah mulai berinteraksi dengan Al-Qur’an sejak di dalam kandungan dan  terus didengarkannya ayat-ayat suci dari pasca lahirnya membangun kecintaannya terhadap Al-Qur’an dan dengan kuasa Allah dalam waktu 10 bulan, terhitung mulai dari bulan Februari 2018 sampai November 2018. Sehingga di usianya yang ke 8, Naja sudah hafal 30 juz berserta posisi ayat dan letak surat  dengan baik.

Segala kelebihan dan kekurangan Naja menjadi cambuk bagi kita yang lalai, Agusfian yang berharap Naja mampu menjadi inspirasi bagi anak-anak sesusianya dan khususnya bagi para orangtua yang memiliki anak berkebutuhan khusus, seperti Naja yang terinspirasi oleh Fajar teman terapi yang bernasib sama sepertinya.