Syaamil Quran

Al-Qur'an adalah Pembawa Perubahan

2syaamilquran.com – Al Quran adalah Kalamullah. Saat dibaca, ia menjadi obat hati, penawar rindu. Secara intelektual, Al Quran memberikan ilmu yang mencerahkan. Secara emosional, Al Quran memberikan belaian dan obat hati yang menentramkan. Secara spiritual, dengan membacanya, seolah mendengar kembali Tuhan berfirman kepada pembacanya atau yang mendengarnya.

Selain itu, dengan diturunkannya Al Quran, Allah Swt ingin menggugah kesadaran manusia bahwa Al quran mengubah hidup. Manusia yang lemah, setelah mengimani Quran, akan berubah menjadi kuat, manuia berakhlak buruk menjadi mulia, bahkan bangsa yang tadinya rendah menjadi tinggi dan berwibawa. Kitab ini bisa mengantar manusia mengubah wajah peradabannya.

Beberapa kisah berikut ini bisa menjadi bukti bahwa Al Quran adalah kitab yang membawa perubahan.

  1. Malam tujuh belas Ramadhan, Rasulullah saw mendapat wahyu pertama, yang disampaikan langsung oleh Malaikat Jibril.Turunnya untaian surat Al Alaq ayat 1-5 tersebut menjadi penanda awal perubahan peradaban di tanah Arab, dari peradaban jahiliah menjadi peradaban Islami yang penuh kemuliaan.
  2. Umar bin Khattab, awalnya dikenal sebagai orang bengis yang sangat membenci Islam. Ia bahkan ingin membunuh Muhammad saw. Apalagi, saat mendengar adiknya, Fatimah, telah masuk Islam, ia pun bertekad untuk memberi pelajaran pada Fatimah. Namun, ketika di rumah Fatimah, Umar yang saat itu sempat menampar adiknya, karena tidak mau menyerahkan mushaf Al Quran yang sedang dibacanya, merasa takjub dan tergetar jiwanya, ketika Fatimah membacakan surat Thaaha [20] ayat 1-4, “Thaahaa. Kami tidak menurunkan Al Quran ini kepadamu agar kamu menjadi susah tetapi sebagai peringatan bagi orang yang takut kepada Allah, yaitu diturunkan dari Allah yang menciptakan bumi dan langit yang tinggi. Sejak saat itu, Umar bin Khattab berubah menjadi pembela Islam terdepan. Berkat Umar, dakwah Islam yang sebelumnya tertutup menjadi terbuka. Ia pun menjadi pemisah yang haq (benar) dan bathil (salah) sehingga Rasul saw menjulukinya Umar Al Faruq (Sang Pemisah). Interaksi Umar dengan Al Quran pun semakin intensif, termasuk dalam shalat tahajudnya. Terkadang, ia terus membaa ayat-ayat Al Quran sambil menangis sehingga ia terjatuh dan sakit.
  3. Seorang maling yang memasuki sebuah rumah, mendengar penghuninya, seorang perempuan muda, membacakan Al Quran surat Al Hadiid [57] ayat 16, yang artinya “Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka) dan janganlah mereka seperti orang yang sebelumnya telah diturunkan Al Kitab kepadaya. Kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka itulah orang-orang yang baik”. Jiwanya tersentuh. Air matanya membasahi pipi penuh penyesalan atas perilakunya selama ini. Sejak itu, ia menghentikan perbuatan jahatnya dan dua tahun kemudia, ia terus mengembara dari negeri satu ke negeri lain untuk belajar kepada para ulama. Atas kesungguhan ini, kemudian ia dikenal sebagai ulama hadist bernama Fudhail bin Iyadh.
  4. Muhammad Quthb berhasil menulis karya besar berjudul Manhaj Tarbiyah Islamiyah lewat bacaan Al Quran. Suatu ketika ia mengalami kejenuhan luar biasa. Ia merasa tak ada bergairah menjalankan tugas dan profesinya sebagai dosen pascasarjana di Ummul Qura. Ia pun mengalihkan perhatiannya dengan mengkhatamkan Al Quran 15 kali berturut-turut. Kemudian, berangsur-angsur jiwanya terisi kembali. Kegairahannya tumbuh. Bahkan, ia menemukan cakrawala pandang baru yang kemudan mengalir deras melalui tulisannya. Lahirlah karya besar tersebut. Karya ini mendapat penghargaan Internasional King Faisal Award, nobel dunia Islam.

Tidakkah Sahabat Syaamil tertarik untuk mendapatkan perubahan lebih baik dalam hidup? Jika tertarik, segera intensifkan interaksi dengan Al Quran dan jadikan Al Quran sebagai pendorong perubahan kita yang lebih baik. Ayo, ngaji tiap hari! *** (roni ramdan) 

]]>

1 thought on “Al-Qur'an adalah Pembawa Perubahan”

  1. Assalamualaikum ww
    Mungkin dalam terjemahan surat Al-hadid ayat 16 (poin 3) maksudnya adalah :
    “Dan kebanyakan dari mereka adalah orang-orang fasik.”
    Jadi bukan ” Dan kebanyakan mereka adalah orang-orang baik.”
    Afwan, sekedar koreksi saja ????

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *