Suatu hari, Rasulullah duduk bersama Abu Bakar. Tiba-tiba, datang seorang laki-laki. Dia memaki Abu Bakar dengan kata-kata yang buruk. Namun, Abu Bakar tidak membalasnya. Begitu juga dengan Rasulullah. Beliau tetap diam.
Karena makiannya tidak dibalas, laki-laki itu pun terdiam. Namun, Abu Bakar kemudian marah dan membalas makiannya. Melihat itu, Rasulullah segera bangkit dari duduknya. Beliau pergi meninggalkan Abu Bakar.
Abu Bakar terkejut melihat kepergian Rasulullan. Dia segera berlari mengejarnya. Abu Bakar pun bertanya,
“Ya, Rasulullah, laki-laki itu telah memakiku, tetapi aku diam saja. Begitu juga engkau. Namun, ketika aku menjawab makian itu, engkau malah meninggalkanku. Mengapa, ya Rasulullah?”
Rasulullah pun menjawab,”Wahai Abu Bakar, sesungguhnya malaikat datang mendampingimu dan menjawab makian laki-laki itu tadi ketika kamu diam. Karena itulah, aku senang berada di sana. Namun, ketika kamu membalas makian itu, malaikat pun pergi. Setan datang dan ikut duduk denganmu. Aku tidak suka duduk ersama setan. Itulah sebabnya aku meninggalkanmu.
Kemudian, Rasulullah melanjutkan penjelasannya, “Jika seorang manusia memaafkan orang yang menzaliminya karena dianggap mengharap ridha Alah, pasti Allah akan menambah kemuliannya.”
Abu Bakar pun mengerti.
***
Allah mencintai orang-orang yang mau belajar memaafkan dan tidak membalas kejahatan dengan kejahatan lain.
(dikutip Ariany Syurfah. Super Stories. Arkanleema. 2009)
]]>