Ada keadaan lain yang mungkin dihadapi oleh orang beriman dalam hubungan mereka dengan orang tua. Orang yang beriman mungkin memiliki orang tua yang memilih jalan kafir. Dalam kasus seperti perbedaan iman, orang beriman harus mengajak mereka dengan sikap yang sama sopan dan hormatnya untuk megikuti jalan yang benar. Perkataan Ibarahim a.s. kepada ayahnya yang menyembah berhala, menunjukkan kepada kita pendekatan seperti apa yang harus kita tempuh dalam keadaan semacam itu. (lihat QS Maryam: 43:44)
Ketika sebagian orang melihat orang tua mereka semakin menua dan kehilangan kekuatan, mereka berpaling di saat orang tuanya membutuhkan pertolongan dan perhatian. Tidak sulit melihat tersebar luasnya sikap semacam itu saat ini. Kita sering bertemu orang tua yang berada dalam keadaan yang sangat buruk secara jasmani dan rohani, ditinggalkan berdiam di rumah meek sendirian. Bila kita memikirkan keadaan ini, kita akan melihat bahwa akar persoalan ini terdapat pada tidak dijalaninya hidup sesuai ajaran Al Quran.
Seseorang yang menerima Al Quran sebagai tuntunannya bertindak terhadap orang tuanya, anggota keluarganya yang lain dan setiap orang yang ada disekitarnya dengan kasih sayang dan belas kasih. Dia akan mengajak kerabat, teman dan kenalannya yang lain untuk hidup sesuai dengan ajaran Al Quran karena Allah memerintahkan orang beriman untuk mulai mendakwahkan Islam kepada orang yang dekat dengan mereka.
“Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu (Muhammad) yang terdekat.” (QS As Syu’ara: 214)
Selalu ada kebahagiaan dan keceriaan di dalam sebuauh keluarga yang hidsup sesuai dengan ajaran Al Quran, sebagaimana diwujudkan dalam sunah Rasulullah saw. Keadaan yang istimewa ini hanya dapat diraih melalui jalan hidup yang penuh iman dan sepenuhnya dalam Islam serta melalui takut dan cinta kepada Allah.
(Harun Yahya, 24 Jam dalam Kehidupan Seorang Muslim, 2003)
Al Quran Miracle The Reference. Syaamil Quran.
]]>