Harapan Wirda Mansur Untuk Remaja Indonesia
Remaja adalah suatu periode transisi dari masa awal anak-anak hingga awal dewasa, yang dimasuki pada usia kira-kira 10 hingga 12 tahun dan berakhir pada usia 18 tahun hingga 22 tahun. Masa remaja bermula pada peruabah fisik yang cepat, pertambahan berat badan dan tinggi badan yang dramatis, perubahan bentuk tubuh, dan perkembangan karakteristik seksual seperti pembesaran buah dada, perkembnagan pinggang dan kumis, dan dalamnya suara. Pada perkembangan ini, pencapaian kemandirian dan identitas sangat menonjol (pemikiran logis, abstrak, dan idealis) dan semakin banyak menghabiskan waktu di luar keluarga.
Remaja Indonesia sekarang ini sedang dalam fase rentan, dimana banyak remaja-remaja yang terjerumus dalam banyak kasus seperti narkoba, pembunuhan bahkan seks bebas. Itu semua tergantung dari siapa yang menjadi idola para remaja tersebut, tentunya kita harus menjadi seperti idola kita dari segi penampilan cara berbicara dan cara dia bersosialisasi. Banyak dari remaja indonesia yang mengidolakan orang yang salah. Melihat fenomena ini kita sebagai remaja tidak bisa hanya diam saja dan melihat kacaunya sikap dari para remaja ini. Kalau kita sebagai remaja sangat perduli dengan fenomena ini kita harus berbuat sesuatu agar remaja indonesia tidak semakin terjerumus dalam kehidupan yang jauh dari Al-Qur’an.
Perubahan remaja yang semakin hari semakin luar biasa, remaja yang semakin gaul dan pergaulannya semakin bebas sangat memperihatinkan. Menjadi remaja yang gaul dan bebas boleh-boleh saja, akan tetapi kita harus tau batasan sampai mana kita harus bergaul. Wirda Mansur sebagai salah satu tokoh yang menginspirasi remaja indonesia mempunyai harapan yang besar terhadap perkembangan remaja di Indonesia. Wirda mempunyai harapan agar para remaja ini bisa kembali membaca ayat suci Al-Qur’an, karena Al-Qur’an merupakan pedoman hidup kita. Apabila kita kehilangan Al-Qur’an kita seperti kehilangan pedoman dalam hidup kita.
Banyak remaja yang seakan-akan merasa bingung dan bahkan linglung dalam menentukan jalan hidup mereka, itu semua karena mereka sudah jauh dengan Al-Qur’an dan mereka sudah kehilangan cahaya untuk menuju jalan yang benar. Kita harus tetap belajar dan berusaha agar menjadi remaja yang lebih baik dan istiqomah. Para remaja juga harus menjaga hati dari rasa iri dan dengki. Jika kita tidak menyukai seseorang karena sesuatu hal yang sepele coba kita masuk kedalam kehidupan orang tersebut, karena kita tidak pernah tau sebenarnya siapa orang yang kita benci itu.
Di hari remaja ini semoga harapan Wirda Mansur dan harapan para remaja lainnya dapat segera terwujud. Dan remaja Indonesia dapat menjadi remaja yang mandiri, istiqomah dan cinta dengan Al-Qur’an. Selamat hari remaja.
]]>
