syaamilquran.com – Ini Dia 8 Aspek Psikologis Dalam Shalat – Sentot Haryanto, dalam Psikologi Shalat (2001), mengungkapkan bahwa shalat mengandung aspek-aspek psikologis yang mampu mengembangkan mental sehat.
Aspek-aspek psikologis tersebut adalah
- Aspek olahraga. Artinya, gerakan-gerakan shalat, mulai dari takbiratul ihram sampai salam, memberikan efek positif bagi kesehatan jasmani dan ruhani;
- Aspek relaksasi otot. Menurut Walker, aspek ini dapat mengurangi kecemasan, mengurangi insomnia, mengurangi sifat hiperaktif pada anak, dan mengurangi toleransi rasa sakit;
- Aspek relaksasi kesadaran indera. Artinya, pada saat melaksanakan shalat, ruh kita “terbang” menghadap Zat Yang Mahatinggi tanpa perantara. Setiap bacaan dan gerakan senantiasa dihayati dan dimengerti. Ingatan pun fokus pada Allah semata;
- Aspek meditasi. Shalat memiliki efek seperti meditasi, bahkan shalat adalah meditasi tertinggi dengan efek luar biasa apabila dilakukan dengan benar dan khusyuk;
- Aspek autosugesti. Artinya, shalat dapat membimbing diri melalui proses pengulangan doa-doa atau bacaan shalat yang menyatakan suatu keyakinan atau perbuatan positif;
- Aspek penyaluran emosi (katarsis). Shalat menjadi sarana penghubung atau sarana komunikasi antara seorang hamba dan Tuhannya. Saat itulah ia dapat mengadu dan mengungkapkan isi hatinya kepada Allah secara langsung sehingga beban emosi dapat tersalurkan secara tepat;
- Aspek pembentukan kepribadian. Artinya, melalui shalat, seorang hamba akan memiliki kedisiplinan, cinta kebersihan, cinta persaudaraan, bertutur kata yang baik, dan bersungguh-sungguh dalam hidup;
- Aspek terapi air (hydro therapy). Sebelum shalat, seseorang harus berwudhu. Wudhu ini memiliki efek penyegaran (refreshing), mampu membersihkan badan dan jiwa, serta memulihkan tenaga.