syaamilquran.com – Setelah Allah menciptakan Adam, Dia memerintahkan seluruh malaikat untuk bersujud kepadanya. Semuanya bersujud, kecuali iblis, yang menganggap dirinya lebih baik karena diciptakan dari api, sedangkan Adam diciptakan dari tanah:
“Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada para malaikat: “Bersujudlah kamu kepada Adam”; maka mereka pun bersujud kecuali iblis. Dia tidak termasuk mereka yang bersujud.
Allah berfirman: “Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?” Menjawab iblis: “Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah”. (QS Al A’raaf [7]: 11-12)
[caption id="attachment_1399" align="aligncenter" width="300"]
Kedurhakaan Syaitan kepada Allah dan Kehinaannya[/caption]
Iblis merasa terhina jika bersujud kepada Adam. Maka, karena kesombongan dan keangkuhannya, dia menolak mematuhi perintah Allah. Walaupun mengetahui bahwa Allah menciptakan dan mengatur segala sesuatu, dia menjadi sombong dan menganggap dirinya lebih baik daripada Nabi Adam a.s. Anggapan itu sangat tidak sopan. Di satu sisim dia menyatakan beriman kepada Allah, namun di sisi lain dia berani menentang-Nya.
Dalam kesombonganna, iblis keliru menganggap bahwa dia dapat melangengkan kesombongannya dengan menolak bersujud kepada Adam. Berlawanan dengan harapannya, dia dihinakan, dipermalukan dan diusir. Selain itu, sepanjang sejarah manusia, dia akan dikenal sebagai yang terjelek dari yang terjelek, makhluk yang dihukum dengan siksaan neraka. Dan dia akan senantiasa dikenal sebagai demikian. Al Quran menggambarkan pengusirannya dari hadapan Allah, sebagai berikut:
“Allah berfirman, ‘Turunlah kamu dari surga itu karena kamu sepatutnya amenyombongkan diri di dalamnya, maka keluarlah, sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina’”. (QS Al A’raaf [7]: 13)
“Allah berfirman: “Keluarlah kamu dari surga itu sebagai orang terhina lagi terusir. Sesungguhnya, barangsiapa diantara mereka mengikuti kamu, benar-benar aku akan mengisi neraka Jahannam dengan kamu semuanya”.” (QS Al A’raaf [7]: 18)
Sesungguhnya, semua orang yang sombong dan congkak terjerumus ke dalam jebakan yang sama. Iblis menyesatkan mereka agar menganggap bahwa jika membangga-banggakan diri, mereka akan mendapatkan respek dan kehormatan. Namun kenyataannya, mereka justru akan mendapatkan kebalikannya. Dihadapan makhluk lain, dalam pandangan Allah, mereka akan dihinakan, karena “Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri.” (QS An Nisaa’ [4]: 36).
Mereka juga akan dihinakan ditengah orang lain, karena tidak seorang pun menyukai orang yang sombon dengan demikian, mereka tidak memiliki teman sejati dan tidak disukai semua orang. Kehinaan ini adalah salah satu hal terjelek yang mereka lami, namun kehinaan yang jauh lebih besar adalah azab neraka yang akan mereka terima bersama iblis dan kaki tangannya.
]]>