Syaamil Quran

Kesulitan dan Kesedihan adalah Cobaan

Memercayai Allah tanpa memedulikan apakah yang terjadi pada diri kita itu baik atau buruk, atau apakah kejadian itu tampaknya menolong atau menjatuhkan adalah sangat bernilai di mata Allah. Meskipun hanya dengan apa yang tampak dari luar, seseorang haruslah tunduk dengan menyadari bahwa segala sesuatu diciptakan dengan kebaikan dan kebijaksanaan.

3_140

“Jika kamu (pada Perang Uhud) mendapat luka, maka mereka pun (pada Perang Badar) mendapat luka yang serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran) dan agar Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) dan agar sebagian kamu dijadikan-nya (gugur sebagai) syuhada. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim”. (QS Ali ‘Imran: 140) Jadi, semua kesulitan, kesedihan dan masalah itu terjadi sebagai cobaan untuk menentukan siapa yang tetap teguh dalam kesucian diri dan ketundukkan kepada Allah. Mereka yang percaya dengan tulus ikhlas tidak pernah meragukan kebaikan yang tidak terbatas atas apa yang terjadi dan selalu percaya kepada Allah dalam kepatuhan total. Mereka menyadari bahwa ini semata-mata ujian. Keimanan mereka tidaklah bersyarakat. Keimanan yang teguh dan kuatlah yang mengelilingi segala macam kesulitan yang dihadapi seseorang. Mereka menyerahkan diri kepada Allah tanpa mencari balasan duniawi. Di dalam Al Quran, sikap yang telah ditetapkan atas mukmin sejati untuk kepasrahan total kepada Allah ini telah ditekankan dalam QS Al Baqarah: 131. (Harun Yahya, Keikhlasan dalam Telaah Al Quran, 2003) (Dikutip dari Miracle the Reference)]]>

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *