Syaamil Quran

Jika Allah Tidak Lagi Ditakuti

ali imran 101

“Dan bagaimana kamu (sampai) menjadi kafir, padahal ayat-ayat Allah dibicarakan kepada kamu, dan rasul-Nya (Muhammad) pun berada di tengah-tengah kamu? Barang siapa berpegang teguh kepada (agama) Allah, maka sungguh, dia diberi petunjuk kepada jalan yang lurus” (QS Ali Imran: 101)

Bayangkan, ada dua orang. Salah satunya tahu betul bahwa ia akan bertemu dengan Allah dan menyadari bahwa setiap tindakannya ada pertanggungjawaban. Satu lagi, sebaliknya, beranggapan bahwa ia tidak harus berhubungan dengan orang lain. Tentu saja, terdapat perbedaan mencolok bagaimana kedua orang itu mengkondisikan dirinya.

Seseorang yang tidak memiliki rasa takut kepada Allah hampir pasti menyukai perbuatan dosa dan mengabaikan tindakan tidak bermoral bila ia merasa senang melakukannya. Misalnya, seseorang yang tega membunuh manusia tanpa alasan jelas atau bukan untuk kepentingan kemanusiaan, melakukan hal itu karena ia tidak takut kepada Allah. Jika ia memegang teguh keimanan kepada Allah dan hari akhir, ia tidak akan tega melakukan apapun yang tidak bisa dipertanggungjawabkannya di hari akhir kelak.

Dalam Al Quran, sejarah putra-putri Nabi Adam a.s., diberikan sebagai contoh untuk menggugah perhatian kita tentang perbedaan mencolok antara orang yang takut dan tidak kepada Allah. Lihat QS Al Ma’idah: 27-28. (Harun Yahya, Berpikirlah Sejak Anda Bangun Tidur, 2003)

(dikutip Miracle the Reference.  Syaamil Quran)

]]>

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *