syaamilquran.com – Kewajiban Amar Ma’ruf Nahi Munkar – Dalam ayat ini, Allah Azza wa Jalla menginformasikan tentang penduduk yang berada ditepian laut antara wilayah Mesir dan Madinah, yaitu kota Allah. Allah Ta’ala mengharamkan kepada mereka untuk berburu ikan pada hari sabtu. Padahal, ikan-ikan yang datang pada hari sabtu sangat banyak dan dalam keadaan terapung di permukaan laut. Hal tersebut berlangsung dalam jangka waktu yang lama sebagaimana yang dikehendaki oleh-Nya.
[caption id="attachment_3205" align="aligncenter" width="333"]
Kewajiban Amar Ma’ruf Nahi Munkar[/caption]
Mayoritas ulama tafsir menyebutkan bahwa mereka terbagi dalam tiga kelompok, kelompok pertama yang melanggar larangan dengan tetap mengambil ikan pada hari sabtu. Jumlah mereka sekitar 70.000 orang. Satu kelompok lagi melarang perbuatan tersebut dan memisahkan diri dari kelompok yang melanggar. Adapun yang terakhir adalah kelompok yang bersikap diam, tidak mengerjakan, tidak pula melarang. Namun, mereka mengatakan kepada kelompok yang memprotes perbuatan tersebut, “Mengapa kalian menasehati kaum yang akan Allah binasakan mereka atau mengazab mereka dengan azab yang sangat keras?” (QS. Al A’raf, 7 : 164). Mereka pun menjawab, “agar kami mempunyai alasan (pelepas tanggung jawab) kepada Tuhan kalian, dan supaya mereka bertakwa.” (QS. Al A’raf, 7 : 164).
Maka, Allah Ta’ala menyelamatkan orang-orang yang menegakan amar ma’ruf nahi munkar dan membinasakan orang yang berbuat aniaya. Adapun orang-orang yang bersikap diam, Allah Ta’ala tidak menyebutkan nasib mereka. Sesungguhnya, setiap pembalasan akan disesuaikan dengan jenis pelanggarannya. Mereka tidak berhak mendapat pujian dan tidak berhak pula mendapat pelanggaran berat untuk dicela. (Tafsir Al Qur’an Al ‘Adhim, Ibnu Katsir dan Fathul Qadir, Muhammad bin ‘Ali Asy Syaukani)
Dakwah atau amar ma’ruf nahi munkar merupakan bagian dari ajaran islam yang dapat memberikan solusi atas dinamika kehidupan kemanusiaan. Itulah mengapa, Allah Ta’ala menyebut amar ma’ruf nahi munkar sebagai karakter pokok laki-laki dan perempuan yang beriman, “Dan orang-orang yang beriman laki-laki dan perempuan, sebagian mereka adalah menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar, mendirikan sholat, menunaikan zakat mereka taat kepada Allah dan rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.” (QS At Taubah, 9:71)
Allah Ta’ala menyebutkan rasul dan orang-orang yang mengikutinya senantiasa melakukan aktivitas amar ma’ruf dan nahi munkar. Rasulullah saw. memerintahkan setiap mukmin;baik laki-laki maupun perempuan, agar melakukan upaya mengubah atau mencegah kemunkaran sesuai kesanggupannya. Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw. bersabda,”Barangsiapa di antara kalian melihat kemunkaran, dia hendaklah mengubahnya dengan tangannya; apabila tidak mampu, dia hendaklah mengubah dengan lisannya; dan apabila tidak mampu, dia hendaklah mengubah dengan hatinya; dan yang demikian itu adalah selemah-lemahnya iman.” (HR. Muslim). (Ushul Ad Da’wah, Abdul Karim Zaidan)
Panduan Amal
Tips menjalankan amar ma’ruf dan nahi munkar di lingkungan sekitar.
Orang yang menegakkan amar ma’ruf dan nahi munkar hendaknya menyuruh dan melarang dengan cara yang terbaik. Apabila seseorang tidak mengerjakan kebaikan yang diperintahkan atau tidak berhenti dari kemunkaran yang dilarang, dia harus menasehatinya dengan sesuatu yang bisa menggugah hatinya; misalnya dengan menyebutkan dalil-dalil tentang ajakan dan ancaman yang ada di dalam syariat. Apabila belum membuahkan hasil, dia dapat mempergunakan bahasa-bahasa yang tegas dan keras. Apabila cara ini pun tidak ampuh, dia dapat mengubah kemunkaran tersebut dengan tangannya. Apabila tidak mampu melakukannya, dia dapat meminta bantuan kepada pemerintah atau teman-teman ynag satu visi dengannya.
]]>