Dikisahkan, ada seorang Perdana Menteri di Baghdad yang telah bertindak aniaya terhadap seorang perempuan renta. Hartanya dirampas dan hak-haknya dirampok. Ia kemudian datang kepada Perdana Menteri itu sambil menangis dan mengadukan kezaliman yang dilakukan kepadanya. Namun, Perdana Menteri tidak terenyuh, iba atau menyesal dan meminta maaf atas apa yang ia lakukan.
Sang nenek itu kemudian berkata, “Saya akan mengadukanmu kepada Allah.”
Mendengar kata-kata tersebut, pejabat itu tertawa terbahak-bahak dan berkata mengejek, “Berdoalah engkau pada sepertiga malam terakhir.”
Wanita tua itu pun kemudian pulang ke rumahnya, dan sebagaimana disarankan Perdana Menteri yang zalim itu, di sepertiga malam terakhir, wanita tua itu bangkit dan berdoa kepada Allah atas apa yang ia alami.
Tidak lama kemudian terdengar berita bahwa Perdana Menteri itu dicopot dari jabatannya dan hartanya kemudian diambil oleh negara, ia kemudian dibawa ke tengah pasar dan disalib. Ini akibat dari kezaliman yang telah ia lakukan selama ini.
Mendengar berita itu, wanita tua itu kemudian datang dan berkata kepadanya,
“Apa yang engkau katakan padaku itu benar dan aku telah melakukannya. Kini aku melihat jawaban dari doa itu lebih baik dari yang kukira.”
***
“Ada tiga macam doa yang dikabulkan tanpa diragukan lagi, yaitu doanya orang yang dizalimi, doanya kedua orangtua, dan doanya seorang musafir (di jalan Allah)” — HR Ahmad dan Abu Daud —
Sumber: Tauhid Nur Azhar & Sulaiman Abdurrahim. 114 Kisah Nyata Doa-Doa Terkabul. Arkanleema. 2009.
]]>