Syaamil Quran

Nasihat Iblis

Dalam banyak riwayat terungkap bahwa zaman dulu, Iblis seringkali menemui orang-orang saleh, terutama para nabi, untuk berdialog dengan mereka. Dari pertemuan tersebut, seringkali terlontar “kata-kata hikmah” dari Iblis berkaitan dengan strateginya dalam menjerumuskan manusia. Untuk zaman sekarang, Iblis dan bala tentaranya biasanya tidak langsung berhadapan, akan tetapi langsung masuk ke dalam diri manusia.

Dikisahkan dari Ibnu Umar bahwa Iblis pernah mendatangi Nabi Musa. Ia berkata, “Wahai Musa, engkau telah dipilih Allah dengan risalah-Nya, dan Allah telah berbicara padamu: “Wa kallamallahu Musa taklîmân”. Aku ini makhluk Allah juga. Aku ingin bertaubat. Karena itu, mohonkanlah syafa’at untukku agar Allah mengampuniku”. Nabi Musa kemudian berdoa pada Allah. Maka, Allah Swt. berfirman, “Wahai Musa, Aku penuhi permintaanmu. Tapi katakan pada Iblis agar dia bersujud pada kuburan Adam terlebih dahulu”.

Setelah itu, Nabi Musa memberitahukan apa yang difirmankan Allah Swt. kepadanya. Bagaimana reaksi Iblis? Dia marah besar dan berkata, “Dulu, ketika Adam masih hidup, aku tidak mau bersujud kepadanya. Mana mungkin aku harus bersujud kepadanya setelah ia mati?” Karena sikapnya tersebut, Iblis tidak mendapatkan ampunan dari Allah Swt.

Setelah itu Iblis berkata kepada Musa, “Musa aku berutang budi padamu. Engkau telah memintakan ampun pada Allah untukku. Sekarang aku akan memberikan nasihat padamu. Ingatlah aku dalam tiga keadaan, agar aku tidak membinasakanmu. Pertama, kalau engkau marah, ingatlah aku. Karena, saat engkau marah, ruhku berada dalam hatimu dan mataku berada dalam matamu. Kedua, ingatlah aku ketika engkau menghadapi peperangan. Aku datangi anak Adam. Aku ingatkan dia tentang anaknya, istrinya, dan keluarganya sehingga ia meninggalkan medan perang. Ketiga, hindarilah berduaan dengan seorang perempuan yang bukan muhrim-mu. Ketahuilah, pada saat itu aku akan menjadi utusanmu untuknya, dan menjadi utusannya untukmu”.

Setan itu memunculkan cetusan pikiran buruk dan mendustakan kebenaran. Sedangkan malaikat mencetuskan pikiran baik

dan membenarkan kebenaran. Bersyukurlah kepada Allah

apabila engkau memiliki cetusan pikiran kebaikan.

Jika selain itu, berlindunglah kepada Allah dari godaan setan”

 — Abdullah bin Mas’ud —

(Dikutip dari buku 114 Kisah Doa-Doa Terkabul)

]]>

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *