Syaamil Quran

Nol = Tak Terbatas

Lâ haula wa lâ quwwata illa billâhi. Tiada daya dan kekuatan kecuali atas pertolongan Allah. Sehebat apa pun manusia, tetaplah ia makhluk lemah dan tiada apa-apanya di hadapan Allah, yang mengizinkan manusia memiliki kekuatan dan kehebatan. Oleh karena itu, tidak ada tempat bagi manusia untuk menyombongkan diri.

Ketika hati seseorang diliputi kesombongan, rasa “pede” yang berlebihan sehingga tidak membutuhkan pertolongan dan kehadiran manusia lainnya, ia merasa besar sehingga membesarkan dirinya, pada saat itu kedudukannya menjadi sangat hina di hadapan Allah Swt. Pintu-pintu rahmat dan pertolongan Allah pun akan tertutup baginya.

Sebaliknya, ketika seseorang merendahkan dirinya serendah-rendahnya di hadapan Allah, meniadakan eksistensinya di hadapan Zat Yang Mahakuasa, saat itulah Allah Azza wa Jalla akan mengangkatnya pada derajat yang tinggi. Ibnu Atha’illah dalam Al Hikam mengatakan,

Bersungguh-sungguhlah dengan kehinaanmu, niscaya Dia menolongmu dengan kemuliaan-Nya. Bersungguh-sungguhlah dengan ketidakberdayaanmu, niscaya Dia menolongmu dengan kekuasaan-Nya. Bersungguh-sungguhlah dengan kelemahanmu, niscaya Dia menolongmu dengan kekuatan-Nya”.

Dalam buku ESQ Power, karya Ary Ginanjar Agustian, diungkapkan sebuah rumus matematika 1/0 = ~  Artinya, semakin seseorang meng-nol-kan diri di hadapan Allah, sebagai Zat Yang Satu, semakin tidak terbatas pula limpahan karunia-Nya kepada kita.

Itulah ketentuan dari Allah Azza wa Jalla, Zat Yang Mahasempurna Pertolongan-Nya. Dialah yang berkuasa membukakan segala sesuatu yang tertutup. Dialah yang berkuasa mengubah bencana jadi karunia. Ketika kita berada dalam kesulitan, Allah-lah yang akan mampu membukakan pintu-pintu kemudahan bagi kita. Ketika hati kita tertutup, Allah-lah yang mampu membukakan hati kita dengan limpahan cahaya hidayahnya. Ketika rezeki kita seret, Allah-lah yang Mahakuasa membukakan pintu-pintu rezeki bagi kita. Ketika otak kita kesulitan dalam menyerap aneka ilmu, Allah-lah yang sanggup membukakan jalur-jalur kecerdasan dalam otak kita sehingga aneka kemudahan terlihat jelas di hadapan mata.

(dikutip dari Tauhid Nur Azhar & Sulaiman Abdurrahim. 114 Kisah Nyata Doa-Doa Terkabul. Arkanleema. 2009)

]]>

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *