Syaamil Quran

Pencarian Tuhan

al-araf 7 180

”Hanya milik Allah Asma’ul Husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut nama-nama (yang indah) itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya.Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.” (QS Al A’raf, 7: 180)

Pencarian Tuhan termasuk proses yang sangat tua usianya, setua usia manusia itu sendiri. Oleh karena itu, dalam peradaban mana pun dan di mana pun, proses ini senantiasa termasuk di dalamnya. Kecenderungan untuk mendapatkan rasa aman dan mengalihkan diri dari rasa takut telah mendorong mereka untuk mengaitkan dirinya dengan sesuatu yang dianggap lebih tinggi yang kemudian diidentifikasikan sebagai Tuhan. Pada masyarakat primitif, sesuatu itu berasal dari kekuatan-kekuatan alam yang menampilkan diri dalam benda-benda dan sesuatu yang dianggap memiliki kekuatan. Lahirlah kepercayaan terhadap benda-benda atau dewa dewi yang menjadi personifikasi dari kekuatan-kekuatan tersebut.

Dalam konteks agama tauhid, konteks pencarian ini pun mendapat pembenaran historis melalui proses pencarian Tuhan yang dilakukan Nabi Ibrahim. Dibandingkan utusan-utusan Tuhan lainnya, boleh jadi Ibrahimlah satu-satunya nabi yang harus mencari terlebih dahulu Tuhannya. Kemudian dengan bimbingan Tuhan, beliau menemukan apa yang dicarinya dan mengimaninya.

 “… dan demikianlah Kami perlihatkan kepada Ibrahim tanda-tanda keagungan (Kami yang terdapat) di langit dan bumi, dan (Kami memperlihatkannya) agar Ibrahim itu termasuk orang-orang yang yakin. Ketika malam telah menjadi gelap, dia melihat sebuah bintang (lalu) dia berkata, ‘Inilah Tuhanku.’ Akan tetapi, tatkala bintang itu tenggelam dia berkata, ‘Saya tidak suka kepada yang tenggelam’. Kemudian tatkala dia melihat bulan terbit, dia berkata, ‘Inilah Tuhanku.’ Namun, setelah bulan itu terbenam, dia berkata, ‘Sesungguhnya, jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk orang-orang yang sesat.’ Kemudian tatkala dia melihat matahari terbit, dia berkata, ‘Inilah Tuhanku, ini yang lebih besar,’ maka tatkala matahari itu telah terbenam, dia berkata, ‘Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan. Sesungguhnya, aku menghadapkan diriku kepada Tuhan yang menciptakan langit dan bumi dengan cenderung kepada agama yang benar dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan.’” (QS  Al An’am, 6: 75-79)

Karena hasil dari pencariannya tersebut, Nabi Ibrahim dikenal sebagai “Bapak Monoteisme” atau “Bapak Ketauhidan” yang diakui oleh tiga agama besar, yaitu Yahudi, Nasrani, dan Islam. Kepada beliau pulalah bersambung tali kekerabatan para utusan Allah yang hidup setelahnya.

Boleh dikata, inilah penemuan terbesar dalam sejarah umat manusia. Penemuan ini tidak ada bandingannya dengan penemuan listrik oleh Thomas Alfa Edison, pesawat terbang oleh Wright bersaudara, telepon oleh Graham Bell, radio oleh Gugliermo Marconi, dan penemuan-penemuan kebendaan lainnya. Penemuan Nabi Ibrahim mampu membebaskan manusia dari perbudakan. Tuhan yang ditemukan Nabi Ibrahim adalah Tuhan yang lintas suku, ras, dan bangsa tertentu. Tuhan yang ditemukan Nabi Ibrahim adalah Tuhan untuk seluruh alam. Efek penemuan Tuhan oleh beliau tidak hanya berefek duniawi, salah satunya membawa perubahan signifikan bagi sejarah kemanusiaan, tetapi juga berefek ukhrawi.

Walaupun Tuhan sudah ditemukan: siapa dan bagaimana Dia, tetapi pertanyaan manusia tentang Tuhan tidak pernah hilang dari benaknya. Untuk itulah, Tuhan mengutus para nabi pada satu kurun waktu tertentu untuk memperkenalkan siapa diri-Nya. Diutusnya Nabi Muhammad saw. menandai berakhirnya proses pengutusan tersebut, karena risalah yang beliau bawa adalah yang paling lengkap dan menjangkau semua dimensi kemanusiaan. Dengan demikian, risalah yang dibawa Rasulullah saw., dengan Al Quran sebagai panduannya adalah risalah yang paling lengkap dan paling rinci dalam memperkenalkan Tuhan.

(dikutip dari Sulaiman Abdurrahim dan Abu Fawwaz. Asmaul Husna Effect. Arkanleema.)

]]>

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *