Syaamil Quran

Lebih Baik Berusaha

Di sebuah kampung, hiduplah sepasang suami istri yang miskin. Keduanya hidup menderita karena kemiskinan mereka. Suatu hari, si istri merasa tidak kuat lagi. dia pun menyuruh suaminya untuk menemui Rasulullah dan meminta bantuan.

Laki-laki itu merasa kasihan kepada istrinya. Lalu, dia pergi menemui Rasulullah. Ketika sampai, laki-laki itu mendengar Rasulullah tengan bersabda, “Barangsiapa yang meminta kepada kami, kami akan memberinya. Akan tetapi, jika dia merasa dirinya cukup dan tidak kekurangan, Allah yang akan mencukupi semua kebutuhannya.”

Laki-laki itu merasa, kalau sabda Rasul itu ditujukan kepadanya. Karena itu, dia pun mengurungkan niatnya untuk meminta bantuan Rasulullah. Dia merasa tidak enak meminta tolong, padahal masih bisa berusaha sendiri. Kejadian itu terulang berkali-kali hingga laki-laki itu merasa lelah.

Dia pun pergi ke rumah temannya untuk meminjam golok. Dengan golok itu, dia mencari kayu bakar di gunung. Setelah itu, dia menjual kayu bakar yang didapatnya. Uangnya digunakan untuk membeli gandum. Di rumah, gandum itu diberkan kepada istrinya untuk diolah menjadi roti.

Keesokan harinya, laki-laki itu kembali mencari kayu bakar dan menjualnya. Sebagian uang penghasilannya dia simpan. Begitu seterusnya. Lama kelamaan, uang simpanannya cukup untuk dibelikan golok sendiri. Laki-laki itu menggunakannya untuk terus berusaha hingga akhirnya dia dapat membeli dua ekot unta dan seorang budak untuk membantunya.

Laki-laki itu semakin rajin bekerja keras. Lama-kelamaan, hartanya semakin banyak. Hidupnya pun berkecukupan. Dia pun menyadari bahwa berusaha itu lebih baik daripada meminta-minta.

***

Allah lebih menyukai manusia yang mau berusaha daripada orang yang hanya bisa meminta-minta. Jika kita bekerja keras dan bersyukur atas rezeki dari Allah, Allah pun akan mencukupi kebutuhan kita. 

]]>

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *